Sabtu, 02 Juni 2018

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS


                                                                 Softskill Bahasa Inggris
                                                                 exercise 31-40
                                                                 absen:39
                                                                 nama:Saddam Sanani
                                                                 kelas:4ka14 npm:19114913

18. Nouns Functioning as Adjective
Exercise 31 : No. 2
Question          : We teach languages.
Answer            :We are language teacher.
Reasen            : [It is about nouns functions as adjective] [that the word languages. Is anouns which has a function as an adjective or it explains the noun “language”]
19. Enough with Adjective, Adverb, and Nouns
Exercise 32 : No. 4
Question                      : She drove (enough fast/fast enough) to win the race.
Answer                        : She drove fast enough to win the race .
Reason                     : This is quite about with adjectives, adverbs, and adjective whose answer is "fast enough" because fast is a adjective so that the word "fast" is placed after "enough".
20. Cause Connectors
Exercise 33: Because / Because of. No. 10
Question                      : The chickens have died _______ the intense beat.
Answer                        : The chickens have died Because Of the intences beat.
Reason                                    :  it is about Cause Connectors topic that the answer of the questionn is "Because Of" because it followed by a object "chicken" "died"
Exercise 34 : So/Such. No. 1
Question                      : The sun shone _____ brightly that maria had to put on her sunglasses
Answer                        : The sun shone so brightly that maria had to put on her sunglasses.
Reason                                    : it's about the Cause and Effect topics that the answer is "so" because "brightly" is an adjective so the word "so" should be placed before the adjective / adverb.
21. Passive Voice
Exercise 35: Passive Voice. No. 2
Question          : John is calling the other members.
Answer            : The other members are called by John.
Reason                        : It is about passive voice that we change “The Other members” as subject and followed by “subject +being + verb in past participle” and the word “by” is placed after the object.
22. Causative Verbs
Exercise 36: Causative Verb. No. 6
Question                      : Dr. Byrd is having the students ______ (write) a composition.
 Answer                       : DR. Byrd is having the students ­Write a composition.
Reason                                    : it is about Causative Verbs that the sentence is a passive clause in causative sentence. The answer is "Write" because it is a passive voice so the verb must be in past participle
23. Relative Clause
Exercise 37: Relative Clause. No. 15
Question                      : William [William’s brother is a lawyer] wants to become a judge.
Answer                        : William, whose brother is a lawyer, wants to become a judge.
Reason                                    : It is about relative clause that William clause that his brother who wants to be a judge? So the answer is “whose”
Exercise 38: Relative Clause Reduction. No. 2
Question                      :the papers that are on the table belong to patricia.
Answer                        : the papers on the table belong to patricia.
Reason                                    : It is about Relative Clause Reduction in the prepositional voice so the verb "that are " is removed.
Exercise 39: Subjunctive. No. 1
Question                      : I propose that you should stop this rally.
Answer                        : I propose you should stop this rally
Reason                         : It's about subjunctive. The word " that" is a subjunctive clause so that the
word " that you should stop this rally " must be transformed into a simple form.

Exercise 40 : Inclusive. No. 1
Question                      : Julia speak ______ Spanish but also french
Answer                        : Julia speak not only. Spanish but also french
Reason                                    : It is about inclusive sentences. Because the adjectives speaks refers both so “spanish” and “french”

Senin, 20 Maret 2017

PENG. ANIMASI & DESAIN GRAFIS : TUTORIAL ANIMASI 2D DENGAN FLASH

1.Buka Macromedia flash player
2. Pilih Flash Document
3.Pilih File > Import > Import to Stage (CTRL - R) Untuk import gambar , biasanya cara ini digunakan untuk Background
4.pilih File > Import > Import to Library . unutk mengimport gambar dan diletakkan di Library
5. Dan inilah Tampilan Library disebelah kanan layer
6,lalu Drag Photo yang sudah kita import ke Library ke Layer

7.setelah itu, kita klik kanan disemua photo yang telah kita pilih, dan pilih convert to symbol
8.Lalu pilih MOVIE CLIP


9.klik kanan dua kali untuk mengatur panjang timeline dan menambahkan objek ke animasi
10.Tarik garis merah yg ada di Timeline sampai ke angka 60. lalu klik kanan di angka 1 dan pilih Create Motion Tween
11.Untuk mengatur Pergerakan objek di layer, kita geser ke angka yg diinginkan,lalu klik kanan dan pilih insert keyframe
12.Geser ke paling akhir timeline dan tentukan posisi terakhir objek yang di inginkan
13.Pilih GAMBAR "A" di tools unutk memasukan teks, dan untuk mengatur teks nya bisa di drag ke arah yang diinginkan
14.Dan inilah Hasilnya dari pembuatan teks

15.Untuk membuat gambar bisa berhenti setelah animasinya selesai. gunakan script "stop" dengan cara, klik kanan di timeline lalu pilih action
16.Lalu pilih stop , setelah sudah dipilih, klik segitiga diatas temapt memasukan script

17.Setelah sudah. tekan CTRL - ENTER untuk menjalankan animasinya


Nama:Saddam Sanani  
NPM:19114913
Kelas:3ka14
Nama:Wira Priyangga
NPM:16114263
Kelas:3KA14









Senin, 13 Maret 2017

analisis akses jaringan

Saya akan membahas tentang Analisis Akses Jaringan komputer ke salah satu web. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa cepat koneksi yang kita miliki saat proses load suatu website yang ingin kita buka.

Step 1 : Cek Kecepatan Koneksi

Mengecek kecepatan koneksi sangat penting, guna untuk mengetahui kecepatan internet yang kita miliki. Caranya yaitu dengan mengeceknya lewat speedtest.net .


Dapat kita lihat bahwa kecepetan koneksi saya Ping 12 Ms 9.84 Mbps dan Upload Speed 1.78Mbps yang berarti cukup cepat dan stabil saat berkoneksi.

Step 2 : Cek IP Host

Mengecek IP Host berguna untuk mengetahui IP Address dari domain yang akan kita analisa. Sebagai contoh saya menggunakan salah satu domain dari web kampus saya.

Note :
  • Jika menggunakan OS Windows : Run Cmd > ketik nslookup (spasi) [namadomain].
  • Jika menggunakan OS Linux : Ctrl + T lalu ketikan host (spasi) [namadomain] di terminal.

Karena saya menggunakan OS Windows jadi saya memakai cara :

  • Run Cmd, lalu klik OK
  • Kemudian, ketik nslookup (spasi) [namadomain]
 
Dari gambar di atas kita mengetahui bahwa IP Address baak.gunadarma.ac.id adalah 202.125.94.67

Step 3 : Cek Traffic

Cara mengecek traffic domain yang kita inginkan dapat kita cek menggunakan similarweb.com .

Total Visits :






Traffic by Countries :





Gambar di atas menjelaskan bahwa total visits pengunjung mencapai 146.90 ribu dengan rata - rata pengunjung yang mengakses sekitar 3 menit 1 detik. Pengunjung yang mengakses situs baak.gunadarma.ac.id ini ternyata tidak semuanya berasal dari satu negara Indonesia saja, melainkan situs ini juga telah di akses dari negara lain yaitu United States , Germany , dan Amerika Serikat.

Step 4 : Cek Respond Time

Mengecek respond time pada suatu domain berguna untuk membandingkan waiting time koneksi kita saat membuka domain yang kita inginkan.

Ketikkan : ping (spasi) [namadomain]


Setelah kita melakukan pengecekan ping pada website tersebut, maka kita bisa melihat latency yang kita kirim berbeda dengan apa yang kita lihat pada speedtest tadi. Hal ini membuktikan bahwa pada website tertentu, kestabilan internet dapat berbeda - beda dan waktu load yang dibutuhkan untuk mengakses web pun berbeda tergantung pada seberapa besar tampilan dari web itu sendiri.

Pada gambar speedtest dapat kita lihat bahwa koneksi saya mendapati 12 Ms dan pada website baak.gundarama.ac.id kita mendapati rata - rata 14 Ms yang berarti kestabilannya sedikit kurang stabil. Bila pada website lain membutuhkan puluhan atau ratusan time, maka akan semakin lama waktu pengaksesan yang didapat saat mengakses website itu sendiri.



Senin, 12 Desember 2016

Mesin Inferensi

Mesin Inferensi

Inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) yang merupakan imlikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Pada sistem pakar proses inferensi dilakukan olehsuatu modul yang dinamakan mesin inferensi (inference engine). Pada komponen ini terkandung suatu mekanisme pola pikir yang digunakan oleh seorang pakar dalam memecahkan masalah.
Mesin inferensi adalah modul yang merangkaikan basis data untuk menjadi sebuah kesimpulan. Mesin inferensi ini yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan kepada komputer. Data yang diambil dari basis pengetahuan diambil berdasarkan masalah apa yang akan diselesaikan oleh komputer, dan metode yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah itu pun akan berbeda-beda sesuai dengan pokok masalah. Jika masalah yang diberikan tidak dapat diselesaikan maka masalah tersebut akan disimpan ke dalam data.
Hasil pemrosesan yang dilakukan oleh mesin inferensi dari sudut pandang pengguna yang bukan pakar berupa konklusi yang di rekomendasikan oleh sistem pakar atau dapat juga berupa penjelasan jika memang dibutuhkan oleh pengguna. Untuk meningkatkan kemampuan sistem  pakar,  pada  sistem  tersebut  harus  dapat  dilakukan  proses  pembaharuan  pada  basis pengetahuan (knowledge base)  dan penyempurnaan pada mesin inferensi (inference engine) sehingga solusi yang dihasilkan lebih baik daripada sebelumnya [Hartati dan Iswanti dalam Kamsyakawuni].
Ada dua metode inferensi yang digunakan dalam sistem pakar yaitu Forward Chaining (runut maju), dan Backward Chaining (runut mundur) yang akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Sumber:
            Kamsyakawuni Ahmad. 2012. Aplikasi Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Hipertiroid dengan Metode Inferensi fuzzy Mamdani (Tesis), Semarang: Universitas Diponegoro.
Kusrini. 2006. Sistem Pakar: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23487/4/Chapter%20II.pdf

Basis Pengetahuan (Bagian 3)

Basis Pengetahuan (Bagian 3)

Frame Based Knowledge
Model   representasi   bingkai   (frame    based   representation)   adalah    salah    satu representasi  pengetahuan  yang  dipakai  untuk  menyimpan  pengetahuan  dan  fakta  mengenai subyek  tertentu.  Model  ini  didukung  oleh  OKBC  yang  dapat  memfasilitasi  interoperabilitas antar basis pengetahuan.[Fridman, 2000]

Representasi pengetahuan dengan bingkai:
1.      Frame
Sebuah  FRS  mengelola  pengetahuan  dalam  gaya yang berorientasi objek.  “object  oriented”,  dimana fakta akan dihubungkan  dengan  obyek  yang  disebutkan  dalam  fakta dalam sebuah frame.  Frame  adalah  obyek  dimana  fakta saling dikaitkan. Frame membutuhkan nama,  yang kemudian FRS memelihara pemetaan dari nama  obyek  frame. Frame  ini  tercatat  sebagai  entitas  dalam  dunia  konseptual.  Frame tersimpan secara terbatas dalam basis pengetahuan.

2.      Slot
Slot  adalah  pemetaan  dari  frame kepada  himpunan  dari  nilai. Slot  juga  dikenal  dengan  nama.

3.      Classes and Instances
Classes and instancesClass  adalah  himpunan  dari  instance,  dimana  disebut  dengan  instance  dari  class. Sebuah entitas dapat menjadi instance dari banyak class, dimana disebut dengan tipenya, dan sebuah class dapat menjadi type dari banyak class. 

4.      Slot Value Inharitance dan Default
Slot   adalah   pemetaan   dari   sebagian   frame   ke   himpunan   nilai. Tetapi   karena modularitas dan alasan lain FRS mengizinkan satu slot untuk mendeskripsikan himpunan dari pemetaan untuk semua instance dari class.

5.      Facets

Facets  adalah  keterangan  dari  slot. Facet  memiliki  nilai  yang  sama  dengan  nilai  slot.

Object Based Knowledge
Adalah sebuah sistem yang dirancang untuk membentuk basis pengetahuan dengan bentuk objek dan kelas. Karena system ini bekerja dengan dasar objek dan kelas yang sangat ekspresif, layanan system ini lebih cocok untuk meneyediakan representasi sistem berbasis pengetahuan. Namun sistem ini sulit untuk diterapkan dengan benar.

Sumber:

Rule based System (Basis Pengetahuan (Bagian 2))

Rule based System Adalah suatu cara untuk menyimpan dan memanipulasi data pengetahuan untuk menyediakan informasi yang berguna. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan. Disamping itu, bentuk ini juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang langkah-langkah pencapaian solusi.

Jikalau ingin membuat Rule Based System untuk masalah tertentu, maka anda harus memiliki:
  1. Sekumpulan fakta untuk mewakili pekerjaan yang nantinya akan dilakukan.
  2.         Sekumpulan fakta.
  3.       Sebuah kondisi yang menentukan bahwa solusi telah ditemukan atau tidak ada satupun yang exist.
Keuntungan Rule Based System:
  1.              Modularity
  2.       Uniformity
  3.            Naturalness
k    Kerugian Ruled Based System:
  1.      Infinite Chaining
  2.      Possibility of Contraditions
  3.      Inefficiency
  4.      Opacity
  5.      Complex Domains

Case Based Reasoning dilakukan pada penalaran berbasis kasus (cases), basis pengetahuan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk mengetahui lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama (mirip). Selain itu, bentuk ini juga digunakan apabila kita telah memiliki sejumlah situasi atau kasus tertentu dalam basis pengetahuan atau dapat diartikan pengetahuan direpresentasikan dalam bentuk kesimpulan kasus.

Case-Based Reasoning (CBR) terdiri dari atas empat langkah utama, yaitu:
  1. Retrieve : yaitu mengambil kembali permasalahan yang sama. Pada langkah ini dilakukan  proses pencarian atau kalkulasi dari kasus-kasus yang memiliki kesamaan.
  2.  Reuse : yaitu menggunakan kembali informasi dan pengetahuan dalam kasus tersebut untuk  mengatasi masalah baru. Pada langkah ini dicari solusi dari kasus serupa pada kondisi sebelumnya  untuk permasalahan baru.
  3. Revise : yaitu meninjau kembali solusi yang diberikan. Pada langkah ini dicari solusi dari  kasus serupa pada kondisi sebelumnya  untuk permasalahan yang terjadi kemudian.
  4. Retain : yaitu mendalami bagian dari pengalaman sebelumnya untuk digunakan dalam  pemecahan masalah berikutnya.
Sumber:


Soft Computing (Basis Pengetahuan (Bagian 1))

Soft Computing

      Pada saat ini komputer merupakan alat yang tidak bisa dipisahkan dari kita pada kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan masa lampau, komputer hanya dianggap barang mahal, canggih, dan dapat menghitung lebih cepat dari manusia, tetapi saat ini, komputer adalah sebuah alat yang bila terkoneksi dengan jaringan internet akan membawa kita seperti keliling dunia. Kita selalu berpikir bahwa komputer akan memecahkan semua masalah dalam kehidupan kita, tetapi tidak semua masalah yang kita hadapi akan dipecahkan oleh sebuah rumusan yang pasti dan eksak. Banyak masalah yang membutuhkan banyak faktor untuk menyelesaikannya, untuk itu dibuatlah soft computing untuk memecahkan masalah tersebut.

        Soft computing adalah segolongan metoda yang mampu mengolah data dengan baik walaupun didalamnya terdapat ketidakpastian, ketidakakuratan maupun kebenaran parsial (Prof. Lotfi A Zadeh, 1992). Soft computing dibentuk dari 4 unsur:
  1. System Fuzzy/Fuzzy Logic
  2. Neural Network
  3. Probabilistic Reasoning
  4. Evolutionary Computing
A.  System Fuzzy
      Logika fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Lotfi A. Zadeh pada tahun 1965. Dasar logika fuzzy adalah teori himpunan fuzzy. Pada teori himpunan fuzzy, peranan derajat keanggotaan sebagai penentu keberadaan elemen dalam suatu himpunan sangatlah penting. Nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan atau membership function menjadi ciri utama dalam penalaran dengan logika fuzzy tersebut (Kusuma Dewi, 2003). Fuzzy logic dikonstruksikan dengan if-then rules, karakteristik dari metode fuzzy yaitu 
  1. Pemecahan masalah dilakukan secara Linguistik atau variabel yang mengandung ketidakpastian
  2. Pemakaian if-then untuk menjelaskan hubungan antar variabel
  3. menjelaskan sistem dengan algoritma fuzzy
    Penerapan system fuzzy sebagai contoh adalah, pada tahun 1990 di jepang, dibuat sebuah mesin cuci otomatis yang dapat mendeteksi kotoran pada pakaian. Sebagai input logika tersebut jika baju yang terdeteksi sensor terdapat kotoran, maka akan diinput jenis kotoran, tingkat kekotoran dan banyaknya cucian, lalu setelah data tersebut diproses outputnya adalah bagaimana mesin cuci tersebut melakukan putaran-putaran yang tepat.

B. Neural Network
     Secara   umum   Neural   Network   (NN)   adalah   jaringan   dari   sekelompok unit pemroses kecil  yang  dimodelkan  berdasarkan  jaringan  syaraf  manusia.  NN ini merupakan  sistem  adaptif yang  dapat  merubah  strukturnya  untuk memecahkan masalah  berdasarkan  informasi  eksternal maupun  internal  yang  mengalir  melalui jaringan  tersebut.  Secara  sederhana  NN  adalah sebuah alat  pemodelan  data statistik  non-linear.  NN  dapat  digunakan  untuk  memodelkan   hubungan yang kompleks antara input dan output untuk menemukan pola-pola pada  data. 
     
    Salah satu penerapan Artificial Neural Network adalah digunakan untuk pengenalan karakter optik yang dikenal dengan Optical Character Recognation. Optical Character Recognition merupakan suatu teknologi yang memungkinkan mesin (komputer) secara otomatis dapat mengenali karakter lewat suatu mekanisme optik. Proses yang dilakukan adalah mengubah citra yang mengandung karakter-karakter di dalamnya ke dalam informasi yang dapat dimanipulasi oleh mesin

C. Probabilistic Reasoning
     Reasoning berarti mengambil suatu keputusan atas suatu alasan atau sebab tertentu. Dua jenis reasoning adalah logical reasoning dan probabilistic reasoning. Salah satu kelebihan probabilistic reasoning dibandingkan logical reasoning terletak pada kemampuan untuk mengambil keputusan yang rasional, walaupun informasi yang diolah kurang lengkap atau mengandung unsur ketidakpastian.

   Probabilistic Reasoning mempunyai metode yang disebut Metode Naive Bayes. Metode ini digunakan untuk melakukan klasifikasi pada serangkaian data, kemudian dari data tersebut ditemukan sebuah pola untuk mengambil keputusan dalam masalah.

D. Evolutionary Computing
     Evolutionary Computation (EC) merupakan suatu abstraksi yang mengadopsi evolusi dan genetika yang disederhanakan. Dari abstraksi tersebut, lahirlah berbagai algoritma berbasis EC yang dikenal sebagai Evolutionary Algorithms (EAs). Sejak diperkenalkan pada tahun 1960-an, EAs terus diteliti dan dikembangkan hingga saat ini. Yang menarik pada EAs adalah Hanya dengan menggunakan proses-proses yang sebagian besar dilakukan secara acak, EAs bisa menghasilkan solusi yang bagus (mungkin saja solusi terbaik) dengan kecepatan yang dapat diterima. (Suyanto, Informatika 2008)

      Dalam Evolutionary Computing, penerapan yang ada salah satunya adalah Algoritma Genetika. Algoritma Gnetika termasuk dalam Evolutionary Algorithm yang merupakan penerapan dari abstraksi Evolutionary computing. Algoritma genetika  didasarkan pada prinsip-prinsip genetika dan seleksi alam. Elemen-elemen dasar dari genetika alam adalah. Reproduksi, crossover, dan mutasi. GA termasuk temuan dalam bidang optimasi, dimana suatu algoritma diciptakan dengan meniru mekanisme evolusi dalam perkembangan makhluk hidup. Dalam algoritma genetika ini, proses perkembangbiakan ini menjadi proses dasar yang menjadi perhatian utama dengan dasar berpikir "Bagaimana mendapatkan keturunan yang lebih baik". Dalam GA prosedur pencarian hanya didasarkan pada nilai fungsi tujuan, tidak ada pemakaian gradient atau teknik kalkulus.


Sumber:

https://ilmukuilmumu.wordpress.com/2009/11/12/teknik-optimasi/
http://tiindonesia.blogspot.co.id/2015/04/genetic-algorithm.html
Pengantar Soft Computing, Anto Satrio Nugroho
jmc.co.id/media/general/20140923_11.Logikafuzzy_.pdf
elib.unikom.ac.id/download.php?id=18725
http://www.komputasi.lipi.go.id/utama.cgi?daftarbuku&buku1130608045
Implementasi Artificial Neural Network Untuk Optical Character Reader
http://www.metode-algoritma.com/2013/06/conoth-perhitungan-naive-bayes.html